Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia sepertinya belum akan mencapai tahap akhir. Setelah sempat turun, sebaran titik panas (hot spot) kembali meningkat di berbagai titik, terutama di enam provinsi pengendalian karhutla.
Jumlah hotspot meningkat dari 35 menjadi 41 titik. Kalimantan Tengah mencatat 37 hotspot, Kalimantan Selatan 3 titik, dan Jambi 1 titik. Sementara Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence. Demikian Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil pemantauan SiPongi hingga Rabu (4/11/2026) pukul 21.00 WIB.
Disebutkan, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali meningkat. Terdeteksi 215 hotspot, meningkat 133 titik dibanding sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 82 hotspot.
Perubahan paling menonjol terjadi di Kalimantan Tengah, yang meningkat dari satu menjadi 37 hotspot. Sebaliknya, Jambi turun dari 25 menjadi satu hotspot, Sumatra Selatan dari enam menjadi nihil, dan Kalimantan Barat dari tiga menjadi nihil.
"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Kondisi aktual tetap harus dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan. Kementerian Kehutanan terus memperkuat patroli dan groundcheck untuk memverifikasi seluruh indikasi yang terdeteksi satelit," tulis Kemenhut dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
"Nihil hotspot tidak selalu berarti api telah sepenuhnya padam, dan kenaikan hotspot juga belum dapat langsung diterjemahkan sebagai jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal terbakar," tambah Kemenhut.
Kemenhut mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," tegas Kemenhut.
Sebelumnya, karhutla di Indonesia kembali makan korban jiwa. Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman Karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing. Kejadian ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosofisika (BMKG) merilis hasil monitoring pada Dasarian III Oktober 2026 yang menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0,659, (Oktober: +0.696). Sementara, nilai Anomali SST di Nino3.4 secara dasarian sebesar +3,57. Indeks ENSO 3 bulanan Agustus-September-Oktober 2026 tercatat sebesar +3,09, menunjukkan El Nino event dengan intensitas sangat kuat.
Analisis pada dasarian III Oktober 2026 menunjukkan sinyal MJO mulai aktif di Fase 2 (sebelah barat Samudra Hindia) dan diprediksi tetap aktif di antara Fase 2 dan Fase 3 (Samudra Hindia) hingga pertengahan Dasarian II November 2026.
"Secara spasial sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masih dalam kondisi kurang pertumbuhan awan hujan," demikian mengutip Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Oktober 2026 yang dirilis BMKG pada 3 November 2026.
"Suhu rata-rata permukaan pada Dasarian III Oktober 2026 berkisar 20-28° Celcius dan diprediksi pada Dasarian I November hingga Dasarian III November 2026 berkisar 22- 31° Celcius. Prediksi suhu minimum berkisar 10-29 ° Celcius. Prediksi suhu maksimum diprediksi berkisar 26-38° Celcius. Prediksi suhu maksimum bulanan November-April 2027 diprediksi berkisar 26-38° Celcius," papar BMKG.
Untuk periode tanggal 1 hingga 10 November 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berikut rincian klasifikasi peringatan dini yang dikeluarkan BMKG:
Waspada
- beberapa kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan
Siaga
- beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten dan Sulawesi Utara
Awas
- beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
"Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," demikian imbauan BMKG dalam rilis Potensi Hujan Sepekan periode 3-10 November 2026.
"BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api," tambah BMKG.
[Gambas:Video CNBC]