YOGYAKARTA – Minat pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke Eropa terlihat dalam European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Rabu (4/11/2026).
Pameran pendidikan tinggi yang ke-18 ini menghadirkan 90 institusi dari 14 negara anggota Uni Eropa, dengan 69 di antaranya membuka stan di Yogyakarta. Pengunjung dapat berkonsultasi langsung mengenai program studi, beasiswa, persyaratan pendaftaran, hingga kehidupan mahasiswa di Eropa.
Chargé d’Affaires Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, menyebut pameran ini sebagai ruang bagi generasi muda untuk membuka pintu menuju masa depan. Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro, mengatakan UGM sudah tiga tahun berturut-turut menjadi tuan rumah EHEF di Yogyakarta. Ia berharap acara ini memperkuat kerja sama akademik Indonesia-Eropa.
Di balik soal program studi dan beasiswa, calon mahasiswa Muslim punya pertimbangan tambahan yaitu apakah mereka bisa menjalani kehidupan sehari-hari dan beribadah dengan nyaman di negara tujuan.
GIK Global Edufair dan European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Rabu (4/11/2026)." />
Adnan Syarief, mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Malmo University menyebut Malmo sebagai salah satu kota dengan populasi muslim terbesar di Swedia. “Di Malmo mudah untuk menemukan masjid maupun tempat ibadah lain, ada komunitas muslim dan kegiatan bersama, selain itu makanan halal juga mudah untuk ditemukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan banyak pendatang dari Suriah dan negara lain membuka rumah makan yang menyajikan menu halal sehingga mudah dijangkau mahasiswa. Menurutnya, Swedia juga dikenal terbuka terhadap pencari suaka sehingga masyarakatnya relatif menerima pendatang, termasuk yang beragama Islam.
Dari sisi biaya, kebutuhan hidup di sana juga masih tergolong wajar. "Living cost-nya masih masuk akal untuk mahasiswa, terutama bagi yang beruntung mendapatkan beasiswa," kata Adnan menambahkan. Penyelenggara menyebut EHEF 2026 menawarkan lebih dari 1000 beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia.
Bagi calon mahasiswa Muslim, pengalaman mereka yang sudah lebih dulu melanjutkan studi dan menetap di luar negeri bisa menjadi pelengkap informasi sebelum menentukan negara tujuan. Setelah Yogyakarta, rangkaian EHEF 2026 akan berlanjut di Jakarta pada 7-8 November 2026.