Tripoli (ANTARA) - Libya menerima pengakuan resmi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) atas kerja berkelanjutan mereka untuk mempertahankan status bebas polio, demikian disampaikan Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Libya, Selasa (3/11).
Pengakuan tersebut disampaikan dalam surat resmi bertanggal Sabtu (31/10) dari Komisi Regional untuk Sertifikasi Pemberantasan Poliomielitis di Kawasan Mediterania Timur WHO kepada Komite Sertifikasi Nasional Libya.
Pusat tersebut mengatakan pengakuan itu mencerminkan komitmen Libya terhadap standar surveilans epidemiologi dan pelaksanaan program imunisasi nasional yang efisien, serta upaya berkelanjutan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Polio merupakan penyakit virus yang sangat menular, terutama menyerang anak-anak kecil dan menyebabkan kelumpuhan permanen. Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyakit tersebut dan menghentikan penularannya.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026