Politik

Beberkan Riwayat Pendidikannya di Sidang: Di UGM Ambil Mata Kuliah Soal Kayu

Beberkan Riwayat Pendidikannya di Sidang: Di UGM Ambil Mata Kuliah Soal Kayu

JAKARTA -- Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkapkan riwayat pendidikannya saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim)pada Kamis (5/11/2026). Jokowi bersaksi di sidang dengan perkara fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa.

"Saudara Saksi, boleh diterangkan riwayat pendidikan Saudara Saksi dari SD sampai dengan perkuliahan?" tanya JPU dalam sidang tersebut.

"Terima kasih Bapak Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati. Jadi dimulai dari SD, SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta. Kemudian SMP di SMP, 1 SMP Negeri 1 Kota Surakarta, kemudian SMA di SMA Negeri 6 Kota Surakarta dan kemudian melanjutkan S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yang Mulia," jawab Jokowi.

"Di dalam Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Apakah saksi ada mengambil mata kuliah pilihan khusus? Seumpama kalau di fakultas hukum, ada perdata, ada pidana. Kalau di Fakultas Kehutanan ada enggak Saudara Saksi pernah mengambil mata kuliah pilihan?" tanya JPU lagi.

Jokowi menjelaskan di Fakultas Kehutanan UGM saat itu tidak ada yang namanya jurusan. Tetapi Jokowi menyebut para mahasiswa termasuk dirinya diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan.

"Nah, di situlah kami ada yang menyebut, oh kamu di jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan. Kamu ada di jurusan silvikultur, kamu ada di jurusan ekonomi kehutanan. Oh kamu ada di jurusan konservasi hutan," jawab Jokowi.

Jokowi kemudian mengaku banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang

teknologi hasil hutan atau teknologi kayu. Contohnya mata kuliah struktur dan sifat kayu, mata kuliah pengeringan kayu, mata kuliah pengawetan kayu, mata kuliah pulp dan kertas, mata kuliah industri kayu lapis, kemudian mata kuliah penggergajian.

"Teman-teman saya menyampaikan bahwa saya berada di wilayah jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, Yang Mulia," ujar Jokowi.

Massa pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo memadati jalan di depan PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).