Nasional

Polda Sulut Imbau Keselamatan Berkendara Jadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Patuh Saat Operasi

Polda Sulut Imbau Keselamatan Berkendara Jadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Patuh Saat Operasi

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan utama di jalan raya. Imbauan ini disampaikan menjelang berakhirnya Operasi Patuh Klabat 2026 yang telah berlangsung selama sepekan dan akan selesai pada 8 November 2026.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, menekankan bahwa ketertiban berlalu lintas tidak boleh hanya dilakukan saat ada operasi kepolisian semata. "Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung kelancaran Operasi Patuh Klabat 2026 ini. Mari terus budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, patuhi rambu-rambu lalu lintas, demi kebaikan bersama di jalan raya," ajaknya di Manado, Rabu.

Pendekatan Preemtif dan Preventif Ditingkatkan

Menurut Kombes Pol Endrastiawan, operasi tahun ini lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sulut. Peningkatan kegiatan kepolisian secara masif ini merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

"Operasi Patuh Klabat 2026 ini jauh lebih mengedepankan langkah-langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang terukur. Kami melihat adanya peningkatan kesadaran dan kehadiran personel di lapangan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Lonjakan Kegiatan Edukasi dan Preventif

Berdasarkan data analisa dan evaluasi mingguan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut, terjadi lonjakan signifikan pada berbagai kegiatan edukasi dan pengaturan lalu lintas. Tercatat kenaikan sebesar 141,25 persen, dari 754 kegiatan pada tahun 2025 menjadi 1.819 kegiatan pada tahun 2026. Kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pelajar, kampanye helm SNI, pembagian leaflet dan stiker, hingga penyebaran konten edukasi keselamatan melalui media sosial.

Untuk kegiatan preventif, peningkatannya mencapai 114,93 persen, dari 1.634 kegiatan pada tahun 2025 menjadi 3.512 kegiatan pada tahun 2026. Peningkatan ini mencakup patroli, penjagaan di titik rawan atau black spot, pengaturan arus lalu lintas, hingga ramp check kendaraan angkutan umum bersama instansi terkait.

Data Penindakan dan Kecelakaan

Sementara itu, untuk penegakan hukum (Gakkum), total penindakan melalui tilang (manual/ETLE) dan teguran mengalami kenaikan dari 2.218 kasus menjadi 3.227 kasus. Pelanggaran yang paling mendominasi pada kendaraan roda dua (R2) adalah tidak menggunakan helm SNI dan melawan arus. Adapun pada kendaraan roda empat (R4) didominasi oleh pelanggaran sabuk pengaman (safety belt), melawan arus, dan kelalaian lain.

Data kecelakaan lalu lintas selama sepekan operasi juga menunjukkan peningkatan. Tercatat terjadi 37 kejadian laka lantas, naik 27,59 persen dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 29 kejadian.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara