Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani () menjalin kolaborasi strategis dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional () melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Langkah ini diambil untuk memperkuat literasi keuangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Sinergi ini menjadi pijakan nyata dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat dan keenam yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Reda Manthovani; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa); Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; serta Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi bersama jajaran pengurus ABPEDNAS lainnya.
Melalui kerja sama ini, PNM bersinergi dengan tiga asosiasi terbesar di Indonesia yang menaungi sekitar 1,2 juta anggota, yaitu Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat Indonesia (ASLINMAS), ABPEDNAS, dan Srikandi Jaga Desa.
Dalam skema kerja sama ini, literasi ditempatkan sebagai pintu masuk utama pemberdayaan. Inisiatif ini diperkuat melalui pemetaan potensi dan aspirasi desa, serta pendampingan kelompok usaha agar mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, masyarakat prasejahtera di desa juga bakal dibekali edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan hukum agar makin sadar akan persoalan hukum.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Reda Manthovani, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar manfaat pembangunan desa dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam,membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujar Reda dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Mendorong Peran Perempuan Penggerak Ekonomi
Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan fondasi pemberdayaan yang selama ini konsisten dijalankan PNM melalui program Mekaar. Bagi PNM, penyaluran pembiayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan nasabah.
"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," ungkap Kindaris.
Fokus terhadap pemulihan dan pemberdayaan perempuan menjadi daya dorong utama dalam kemitraan ini. Jika PNM berfokus mendampingi perempuan prasejahtera agar mandiri secara ekonomi lewat program Mekaar, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang aktif mendorong peran perempuan dalam pembangunan desa.
Kesamaan basis komunitas ini menciptakan titik temu strategis untuk memperluas cakupan edukasi, memperkuat jejaring usaha, serta mengoptimalkan peran perempuan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga dan lingkungan.