Ekonomi

Pertamina Uji Coba Ngebor Sumur Minyak Pakai Sagu, Ini Hasilnya

Pertamina Uji Coba Ngebor Sumur Minyak Pakai Sagu, Ini Hasilnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan PT Pertamina (Persero) telah melakukan uji coba pemanfaatan sagu untuk proses pengeboran (drilling) sumur minyak dan gas bumi (migas).

Menurutnya, hasilnya memuaskan. Pihaknya pun meminta Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu pada proses pengeboran sumur migas.

Hal ini diungkapnya setelah pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

"Drilling itu pengeboran sumur dan sudah diujicobakan di 2 sumur dan berhasil penggunaan sagu untuk kepentingan drilling (pengeboran). Tentu ini berita gembira dan kami meminta kepada Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu dalam proses drilling ini," kata Sarmuji.

Dengan berhasilnya uji coba tersebut, Kemenperin akan menerbitkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar proses pengeboran menggunakan sagu bisa dilakukan oleh Pertamina.

"Tugas kami nanti adalah membuat SNI dan kalau memungkinkan kita akan membuat itu sebagai mandatori untuk proses drilling. Karena kalau ini bisa dilakukan, per sumur itu bisa menggunakan 10 ton sagu. Kalau Pertamina mau misalkan mengebor 900 sumur, dikali 10 ton, tentu ini sangat bermakna bagi proses peningkatan demand dari tepung sagu itu sendiri," terang Sarmuji.

Di kesempatan yang sama, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin mengatakan, dengan suksesnya uji coba penggunaan sagu dalam pengeboran, pihaknya mengajak perusahaan teknologi untuk dapat bekerja sama dalam proses pengeboran cara baru ini.

"Jadi kami tentunya tadi sudah melaporkan ke Pak Menteri (Perindustrian) untuk mengajak para pemilik perusahaan, pemilik teknologi untuk bisa langsung berkolaborasi dengan Pertamina. Kita lihat nanti kita ada sistem untuk me-matching-kan antara kebutuhan dan juga apa yang tersedia di Indonesia, sehingga bisa kita gabungkan secara bersamaan," kata Jaffee.

(wia)[Gambas:Video CNBC]