Politik

MPR RI Kembangkan Layanan Perpustakaan Lewat Kegiatan Literasi Kreatif

MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Literasi Kreatif bertema 'Satu Racikan Matcha, Beragam Kreasi: Kreativitas Generasi Muda Berlandaskan Empat Pilar MPR RI' yang berlangsung di Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Budi Muliawan, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga MPR RI Susan Andriyani, Pustakawan Ahli Madya MPR Yusniar, para pejabat Eselon III dan Eselon IV, pejabat fungsional, serta 50 pegawai di lingkungan Setjen MPR sebagai peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Ismeilia Suardi dari PITU Tea & Library sebagai narasumber.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI, Budi Muliawan, menegaskan bahwa agenda ini menjadi bagian penting dari transformasi layanan yang dilakukan Perpustakaan MPR. Inovasi secara berkala mutlak diperlukan agar perpustakaan tetap relevan dan mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemustaka.

"Kegiatan Literasi Kreatif ini merupakan komitmen nyata kami untuk terus meningkatkan pelayanan Perpustakaan MPR RI. Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya adaptif, tetapi juga inspiratif bagi seluruh pimpinan dan anggota MPR, pegawai hingga masyarakat luas," kata Budi Muliawan, Rabu (4/11/2026).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan ini berjalan beriringan dengan visi jangka panjang institusi.

Perpustakaan MPR RI diharapkan mampu menjadi pusat literasi konstitusi sekaligus pusat pembelajaran mengenai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui penguatan literasi ini, pemahaman terhadap dasar-dasar negara diharapkan dapat semakin terinternalisasi dengan baik.

Kegiatan Literasi Kreatif kali ini dikemas melalui sesi pembuatan teh hijau khas Jepang atau matcha. Budi Muliawan, yang akrab disapa Wawan, mengambil filosofi dari proses pembuatan minuman tersebut untuk menggambarkan semangat kerja di lingkungan Setjen MPR RI.

"Selamat meracik matcha untuk teman-teman semua. Ingatlah pedoman bahwa meski bahan-bahan dan proses yang digunakan berbeda-beda, semuanya justru saling melengkapi untuk menciptakan cita rasa yang terbaik," ungkapnya.

Filosofi tersebut, menurut Wawan, selaras dengan dinamika sebuah organisasi.

"Sama seperti organisasi kita di Setjen MPR RI. Setiap unit memiliki lingkup kinerja yang berbeda-beda. Namun, ketika seluruh perbedaan itu berpadu dan bersinergi dengan harmonis, kita akan mampu mencapai tujuan utama organisasi, yaitu memberikan layanan optimal kepada semua pimpinan dan anggota MPR, serta masyarakat luas," jelasnya.

Melalui kegiatan yang kreatif dan penuh kebersamaan ini, Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI berharap budaya literasi di lingkungan Kompleks Parlemen semakin mengakar kuat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memicu motivasi kerja yang lebih positif dan solid demi kemajuan institusi.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Yusniar menyampaikan bahwa Literasi Kreatif merupakan bagian dari upaya Perpustakaan MPR RI untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus memperluas fungsi perpustakaan.

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

Yusniar berharap kegiatan Literasi Kreatif dapat menjadi sarana untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan pegawai, sekaligus membangun interaksi serta kolaborasi di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

"Perpustakaan MPR RI secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang memberikan nilai tambah bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI," tutupnya.