Nasional

Misi Dagang Jatim-Sulsel bukukan komitmen transaksi Rp5,69 triliun

Misi Dagang Jatim-Sulsel bukukan komitmen transaksi Rp5,69 triliun

Surabaya (ANTARA) - Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sulawesi Selatan di Makassar pada Rabu (4/11), membukukan komitmen transaksi sebesar Rp5,69 triliun, dengan penjualan produk Jatim mencapai Rp4,71 triliun.

"Misi dagang kali ini, hingga pukul 17.00 WITA, tercatat menghasilkan transaksi Rp5,693 Triliun. Dari jumlah itu Jawa Timur menjual Rp4,717 triliun dan Jawa Timur membeli Rp976 miliar," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Berdasarkan rekapitulasi final, total transaksi mencapai Rp5.693.130.900.000, terdiri atas penjualan Jatim sebesar Rp4.717.044.900.000 dan pembelian dari Sulawesi Selatan sebesar Rp976.086.000.000.

Produk peternakan menjadi penyumbang transaksi terbesar dengan nilai Rp4.255,34 miliar atau sekitar Rp4,26 triliun. Komoditas tersebut meliputi olahan daging unggas dan ruminansia, susu, daging, anak ayam, kambing atau domba, serta pakan ternak.

Komoditas penjualan lainnya mencakup makanan dan hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, beras, produk fesyen, benih pertanian, cabai, serta pakan ikan dan udang.

Sementara pembelian Jatim dari Sulawesi Selatan meliputi kayu gergajian, veneer, arang batok kelapa, tuna, rotan, rempah-rempah, mete, dan cengkeh.

Khofifah mengatakan misi dagang menjadi ruang mempertemukan kebutuhan dan potensi kedua daerah sekaligus memperkuat perdagangan antardaerah.

"Misi dagang ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kita ingin perdagangan antardaerah semakin kuat, sehingga produk unggulan Jatim maupun Sulawesi Selatan dapat saling mengisi kebutuhan pasar," katanya.

Berdasarkan data perdagangan antarwilayah 2024, total perdagangan kedua provinsi mencapai Rp2,24 triliun.

Jatim mencatat penjualan ke Sulawesi Selatan sekitar Rp1,39 triliun dan pembelian Rp841,05 miliar, sehingga surplus perdagangan mencapai Rp552,91 miliar.

Khofifah menyebut Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur. Karena itu, penguatan konektivitas logistik dan optimalisasi muatan berangkat-pulang diperlukan untuk menekan biaya distribusi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kehadiran Khofifah bersama para pelaku usaha Jatim.

Ia berharap kerja sama tersebut berlanjut melalui pendampingan dan pertukaran pengalaman pengembangan ekonomi daerah.

"Kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jawa Timur yang hadir langsung membawa para pelaku usaha. Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat kerja sama sekaligus membuka peluang perdagangan antara Jatim dan Sulawesi Selatan," katanya.

Misi dagang di Makassar merupakan pelaksanaan ke-10 sepanjang 2026. Sejak 2019, Pemprov Jatim telah menggelar 57 misi dagang domestik di 29 provinsi dengan akumulasi komitmen transaksi berdasarkan rekapitulasi sebelumnya mencapai Rp50,38 triliun.