Tangerang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan penanganan banjir di sekitar kali Prancis dan anak sungainya di Tangerang menjadi prioritas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Permasalahan banjir ini kerap kali terjadi, terutama yang sangat diwaspadai adalah di bulan-bulan Januari dan Februari," ujar AHY setelah meninjau kali Prancis di Kota Tangerang, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat langkah galam mengantisipasi banjir, khususnya menghadapi potensi cuaca ekstrem pada bulan Januari dan Februari.
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian banjir pada Januari tahun lalu dan awal tahun ini sempat mengganggu mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Akibat genangan tersebut, tercatat terjadi penundaan penerbangan hingga 20 persen yang melibatkan lebih dari 150 penerbangan, sehingga memengaruhi on-time performance serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Dari tinjauan di lapangan bersama kepala daerah, faktor utama penyebab banjir di kawasan tersebut adalah terjadinya sedimentasi dan pendangkalan pada sungai Prancis serta anak-anak sungainya.
Sebagai langkah penanggulangan, saat ini tengah dilakukan normalisasi sungai Prancis menggunakan sejumlah ponton ekskavator untuk mengembalikan kapasitas tampungan dan aliran air. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah pompa air yang bersifat stasioner (submersible) maupun mobile, di titik-titik rawan genangan seperti di kilometer 31 dan kilometer 33 depan hotel POP.
"Kita juga memperbesar kapasitas crossing inlet maupun outlet, serta rencana pembangunan kolam retensi di atas lahan seluas kurang lebih 3,4 hektare," tambahnya.
Menko AHY mengatakan karena kali Prancis di Kota Tangerang bersinggungan dengan Kabupaten Tangerang dan Jakarta, koordinasi lintas instansi dan daerah sangat krusial agar penanganan banjir dapat dilakukan secara komprehensif.
"Tata ruang harus menjadi panglima dalam pembangunan. Jangan sampai kita membangun tapi mengabaikan tata ruang dan keseimbangan lingkungan, yang pada akhirnya membawa bencana buat kita semua," kata dia.