Nama Elon Musk memang tidak ada di surat suara saat pemilu sela di Amerika Serikat. Namun, ia berpotensi rugi besar akibat kemenangan Partai Demokrat dalam di Kongres dan Senat.
Dengan mayoritas Partai Demokrat di Kongres, bos Tesla dan SpaceX ini kemungkinan akan menghadapi penyelidikan atas kontrak miliaran dolar dari pemerintah AS yang diberikan kepada perusahaannya sejak Presiden Donald Trump menjabat serta perannya dalam memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).
Ketika memimpin DOGE selama empat bulan, perusahaan Musk menerima kontrak senilai USD 6,3 miliar dari pemerintah AS. Sejak saat itu, ia memperoleh setidaknya USD 10 miliar lagi dari pemerintah AS.
Politisi dari Partai Demokrat ingin mengetahui apakah Musk menggunakan pengaruhnya di pemerintahan Trump untuk menguntungkan bisnisnya, dan apakah uang pajak, data pemerintah, dan lembaga publik terancam dalam proses tersebut.
"Elon Musk mengacungkan gergaji mesin di atas panggung dan tertawa sambil memecat pegawai negeri dan memangkas layanan publik yang diandalkan rakyat Amerika," kata anggota kongres James Walkinshaw dari Partai Demokrat dalam postingannya di X, seperti dikutip dari NPR, Kamis (5/11/2026).
"Kemudian dia berbohong kepada rakyat Amerika tentang efisiensi. Dia harus mempertanggungjawabkannya di bawah sumpah," sambungnya.
Hubungan Musk dengan negara lain juga sedang diselidiki. Senator Chris Coons dari Partai Demokrat menulis di X bahwa hubungan Musk dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjadi salah satu pertanyaan yang akan diajukan kepada Musk ketika dipanggil untuk bersaksi.
Mike Levin, anggota kongres dari Partai Demokrat, menyoroti tindakan Musk saat membatasi layanan internet satelit Starlink di Ukraina hanya beberapa hari setelah Trump melonggarkan sanksi terhadap Rusia.
Starlink dan saudaranya yang ditujukan untuk kebutuhan militer, Starshield, merupakan layanan penting bagi infrastruktur sipil Ukraina, serta komunikasi garda depan dan operasi drone dalam perang melawan Rusia.
"Bagaimana mungkin Musk dapat mengganggu operasi militer sekutu Amerika kapan pun dia mau, mempertahankan jalur komunikasi dengan Kremlin, dan tidak bertanggung jawab sama sekali kepada rakyat Amerika atau pemerintah AS?" tulis Levin di X.
Musk sendiri mengalami kerugian material yang cukup besar karena banyak kandidat dukungannya yang berasal dari Partai Republik kalah dalam pemilu sela kali ini. Menurut data OpenSecrets, Musk menyumbangkan lebih dari USD 445 juta kepada kandidat dari Partai Republik, komite aksi politik (PAC) dan kelompok lainnya.