Politik

Lima Pesan Kebangsaan MUI: Jaga Persatuan hingga Reformasi Polri

Lima Pesan Kebangsaan MUI: Jaga Persatuan hingga Reformasi Polri

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Tausiyah Kebangsaan yang memuat lima pesan penting bagi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas dan persatuan nasional. MUI mengajak masyarakat mengedepankan musyawarah, memperkuat kerukunan, mendukung reformasi Polri, serta menghindari konflik dan aksi adu domba.

Tausiyah Kebangsaan bernomor Kep-122/DP-MUI/XI/2026 tersebut diterbitkan setelah MUI mencermati kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik dalam bidang ekonomi, sosial-politik, maupun penegakan hukum.

Tausiyah Kebangsaan itu ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dalam tausiyahnya, MUI menegaskan komitmennya untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah), MUI menyampaikan lima pesan kebangsaan.

Lima Pesan Kebangsaan MUI

Pertama, MUI mengimbau seluruh elemen bangsa agar senantiasa menjaga stabilitas dan kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. MUI juga meminta semua pihak mengedepankan musyawarah yang jujur dan terbuka dari hati ke hati agar terhindar dari pertikaian dan perpecahan.

Kedua, MUI mengingatkan para penyelenggara negara agar menjalankan tugas berdasarkan konstitusi dan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Penyelenggaraan negara juga harus berpijak pada prinsip etika dan adab dalam berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga penegakan hukum.

Ketiga, MUI mendorong optimalisasi dialog dan komunikasi konstruktif melalui forum-forum strategis keumatan dan kebangsaan. Upaya ini perlu melibatkan MUI tingkat provinsi dan kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan Islam (ormas Islam), organisasi kemasyarakatan pemuda Islam (OKP Islam), pondok pesantren, serta kalangan mahasiswa Islam.