Nasional

Industri dan Kampus Perkuat Kompetensi Talenta Digital

Industri dan Kampus Perkuat Kompetensi Talenta Digital

JAKARTA -- Kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam pemenuhan tenaga kerja sektor teknologi informasi. Keterampilan komputasi awan dan teknologi sumber terbuka menjadi salah satu kompetensi yang perlu diperkuat seiring perkembangan infrastruktur digital.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri menjadi salah satu pendekatan untuk mendekatkan materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Sivali Cloud Technology dan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom menjalin kerja sama pendidikan untuk memperkenalkan teknologi yang digunakan industri kepada mahasiswa sejak masa kuliah.

Salah satu program yang disiapkan adalah Canonical Academy, yakni pelatihan dan sertifikasi sistem operasi Ubuntu yang dikelola bersama Canonical Ltd. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari sistem operasi berbasis Linux serta ekosistem sumber terbuka yang digunakan dalam berbagai kebutuhan teknologi informasi.

Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan mengatakan kerja sama tersebut bertujuan menyiapkan talenta digital yang memiliki pemahaman teknis sesuai kebutuhan industri. Program ini juga diharapkan mendukung pengembangan sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital.

Wong mengatakan mahasiswa perlu memahami cara kerja sistem dan perangkat lunak berbasis sumber terbuka yang banyak digunakan dalam pengembangan infrastruktur digital.

“Upaya bersama ini untuk membentuk mahasiswa menjadi talenta muda yang mumpuni dalam percepatan transformasi digital Indonesia,” kata Wong dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Dekan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Muhammad Iqbal mengatakan kampus menyiapkan dukungan melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan staf, serta pemanfaatan laboratorium dan perangkat lunak pendukung. Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi praktisi industri untuk berbagi pengetahuan dengan sivitas akademika.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup enam kegiatan, yakni studi satu semester di kampus mitra, penelitian dan publikasi bersama, dosen tamu, berbagi pengetahuan, seminar, serta webinar.

“Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka jalur untuk mengenal teknologi komputasi awan dan sumber terbuka yang digunakan di industri. Pengenalan itu berlangsung di ruang kelas, bukan hanya setelah mereka diterima bekerja,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, keterlibatan praktisi industri dapat memperkaya proses pembelajaran dengan pengalaman kerja langsung. Sementara itu, penelitian dan publikasi bersama diharapkan menghasilkan kajian akademik yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Wong Sui Jan dan Muhammad Iqbal di Kampus Universitas Telkom, Bandung, pada 28 Oktober 2026. Penandatanganan turut disaksikan Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Taufik Nur Adi.

Kolaborasi semacam ini menjadi salah satu cara memperpendek jarak antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri teknologi. Efektivitasnya akan bergantung pada penerapan materi dalam pembelajaran, kesempatan praktik, serta relevansi kompetensi yang diperoleh mahasiswa dengan kebutuhan perusahaan.