Ekonomi

Darurat! Arab Saudi Nyalakan 3 Alarm Bahaya Sekaligus, Sirine Meraung

Darurat! Arab Saudi Nyalakan 3 Alarm Bahaya Sekaligus, Sirine Meraung

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi secara mendadak mengeluarkan tiga peringatan singkat tentang potensi bahaya. Peringatan darurat tersebut menyasar para penduduk di dua wilayah kegubernuran pada hari Kamis.

Mengutip Anadolu Agency, Kamis (5/11/2026), pihak berwenang kemudian mengumumkan bahwa ancaman bahaya telah berlalu di kedua wilayah. Anehnya, otoritas keamanan itu sama sekali tidak mengklarifikasi sifat atau jenis bahaya yang mengancam.

Peringatan terbaru diketahui dikeluarkan untuk kegubernuran Yanbu melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat. Pernyataan resmi dari Pertahanan Sipil itu disebarkan secara luas melalui platform media sosial X milik AS.

"Bahaya telah berlalu di Yanbu, warga diimbau untuk terus mengikuti instruksi serta menghindari kegiatan berkumpul dan merekam," tegasnya.

Dalam pernyataan terpisah, dua peringatan darurat lainnya juga disiarkan melalui platform yang sama. Peringatan potensi bahaya tersebut secara khusus ditujukan untuk warga di kegubernuran Sharurah, wilayah barat daya Najran.

Hanya beberapa menit berselang, pihak otoritas kembali mencabut peringatan darurat tersebut.

"Bahaya telah berlalu di kegubernuran, warga diharapkan terus mengikuti instruksi dan menghindari pengambilan foto."

Hingga saat ini, Pertahanan Sipil Arab Saudi masih bungkam mengenai jenis bahaya yang memicu peringatan tersebut. Penyebab utama di balik menyalanya alarm darurat itu masih menjadi misteri bagi publik.

Peringatan misterius ini muncul di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut oleh pemberontak Houthi Yaman terhadap Arab Saudi. Kelompok itu baru-baru ini melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan berbagai wilayah kerajaan.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi telah memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman melawan Houthi. Pemberontak tersebut diketahui telah berhasil menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi strategis lain sejak September 2014.

[Gambas:Video CNBC]