Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) mengumumkan rencana transisi manajemen baru seiring dengan pengunduran diri CEO Ritsuo Fukadai serta menyambut tahun buku 2027.
Dilansir dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank JTrust menyatakan perseroan berencana menunjuk Abdullah Firman Wibowo sebagai direktur utama berikutnya. Saat ini, Firman menjabat sebagai anggota dewan komisaris BCIC.
"Penunjukan tersebut berlaku setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan, persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, serta persetujuan lain dari regulator terkait," tulis manajemen Bank JTrust, Rabu (4/11/2026).
Firman diketahui memiliki rekam jejak panjang di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan membidangi manajemen risiko perusahaan, treasury, perbankan internasional, hingga pembinaan anak perusahaan.
Dia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank BNI Syariah dan Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Selain itu, pengalamannya sebagai General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo dinilai memberikan pemahaman mendalam terhadap etika bisnis serta sinergi kemitraan Indonesia-Jepang.
Manajemen Bank JTrust juga menyebutkan dengan posisi Firman saat ini yang menjabat sebagai dewan komisaris, dia telah terlibat secara mendalam dalam pengawasan dan pemberian nasihat terhadap manajemen BCIC secara keseluruhan.
"Dengan demikian, transisi kepemimpinan ke direksi akan berlangsung secara mulus [seamless] dengan menjaga kontinuitas bisnis. Pengalaman beliau diharapkan dapat mempercepat penetrasi ke korporasi lokal terkemuka, BUMN, institusi syariah, serta memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perbankan secara menyeluruh," tutup manajemen Bank JTrust.
Pengunduran Diri CEO
Adapun, manajemen sebelumnya telah menerima surat pengunduran diri Ritsuo Fukadai dari posisi CEO bertanggal 30 Oktober 2026, yang dikirimkan kepada pemegang saham dan dewan komisaris BCIC.
"Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengunduran diri saya akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dari OJK dan Rapat Umum Pemegang Saham [RUPS]," tulis Ritsuo.
Dalam surat pengunduran dirinya, Ritsuo juga mengenang perjalanan karir sebagai CEO sejak 2019 yang menjadi kehormatan dan pengalaman berarti.
Dia menyatakan telah mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan seluruh tim dalam mendorong strategi pertumbuhan JTrust Bank serta menghadapi dinamika kondisi pasar.
"Bagi saya, perjalanan ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan profesional maupun pribadi saya," lanjutnya.
Ritsuo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemegang saham dan dewan komisaris atas kesempatan dan dukungan strategis yang telah diberikan untuk memimpin bank milik investor asal Jepang itu selama tujuh tahun terakhir.
"Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya serta harapan terbaik bagi keberlanjutan pertumbuhan, kemakmuran, dan keunggulan J Trust Bank di industri perbankan."
Adapun, dari sisi kinerja, hingga akhir September 2026, Bank JTrust membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp57,55 miliar dengan penyaluran kredit senilai Rp31,39 triliun. Pada kuartal III/2026, total aset Bank JTrust tercatat senilai Rp42,12 triliun.
[Gambas:Video CNBC]