Nasional

BBWS percepat pembangunan dinding pengendali banjir Sungai Trenggalek

BBWS percepat pembangunan dinding pengendali banjir Sungai Trenggalek

Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan dinding tebing pengendali banjir Sungai Tawing di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, guna melindungi permukiman warga dari ancaman luapan sungai saat musim hujan.

Pembangunan infrastruktur senilai sekitar Rp9 miliar tersebut telah dimulai sejak September 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Hingga awal November, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.

Perwakilan BBWS Brantas Danu Rayendra Gandhi di Trenggalek, Kamis, mengatakan konstruksi dinding beton sepanjang 430 meter itu dibangun pada sisi kanan tebing sungai yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 70 persen. Kami terus berkejaran dengan waktu serta sudah mulai memasuki musim hujan dan Insya Allah pekerjaan bisa diselesaikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan," katanya.

Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, kontraktor pelaksana mengerahkan sejumlah alat berat, antara lain ekskavator, dan mesin pemancang jenis Vibrohammer, untuk memasang ratusan tiang pancang beton sebagai penguat fondasi dinding pengaman tebing sungai.

Penguatan Pondasi menjadi tahapan penting untuk memastikan konstruksi mampu menahan tekanan tanah dan mendukung kestabilan dinding ketika debit sungai naik.

Lokasi pembangunan berada tepat di sisi selatan Jembatan Munjungan pada jalur nasional penghubung Trenggalek-Tulungagung.

Di lokasi tersebut aktivitas konstruksi berlangsung di sepanjang tepian sungai, dengan alat berat bekerja memasang tiang pancang sebagai bagian dari tahapan penguatan struktur bangunan.

Pembangunan ini difokuskan pada kawasan Bendorejo yang memiliki kerawanan terhadap luapan Sungai Tawing, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan peningkatan debit air dari sejumlah wilayah di sekitarnya.

Sungai Tawing menjadi salah satu alur utama penampung aliran air dari wilayah Kampak, Gandusari, hingga Pogalan.

Saat musim hujan akumulasi aliran dari kawasan tersebut dapat meningkatkan debit sungai secara signifikan sehingga berpotensi melampaui kapasitas tampung pada titik-titik tertentu. Kondisi itu menjadi perhatian karena sebagian tebing Sungai Tawing berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat.

Pembangunan dinding pengaman diharapkan dapat memperkuat tebing sekaligus mengurangi risiko luapan air yang dapat menggenangi lingkungan tempat tinggal warga.

Aliran Sungai Tawing selanjutnya terhubung dengan sistem aliran sungai di wilayah hilir, termasuk Sungai Parit Agung yang bermuara di Bendung Niyama, Kabupaten Tulungagung.

Keterhubungan aliran tersebut menunjukkan pentingnya penanganan sungai sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya air secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Sebelumnya BBWS Brantas telah memasukkan penanganan banjir di wilayah Bendorejo dan Krandegan dalam rencana kegiatan tahun 2026.

Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pengendali banjir, perkuatan tebing Kanal Munjungan, serta normalisasi sejumlah ruas Sungai Ngasinan.

Rencana penanganan itu juga disosialisasikan kepada pemerintah desa dan masyarakat pada September 2026 melalui program pembangunan pengendali banjir Sistem Kali Tawing-Kanal Munjungan-Kali Ngasinan.

Melalui pembangunan lanjutan tersebut, BBWS Brantas berupaya meningkatkan perlindungan kawasan permukiman sekaligus mengurangi risiko bencana banjir di Kabupaten Trenggalek.

Penyelesaian konstruksi sesuai jadwal dan standar teknis diharapkan membuat infrastruktur tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim penghujan 2026-2027.