Nasional

Apa yang terjadi jika sering menahan emosi? Ini dampaknya

Apa yang terjadi jika sering menahan emosi? Ini dampaknya

Jakarta (ANTARA) - Terkadang seseorang memilih untuk menyembunyikan perasaannya di momen tertentu. Seperti ketika ingin menjalani hari tanpa terganggu emosi, menganggap bahwa perasaan tersebut tidak penting, ingin menghadapinya di waktu lain, atau menahan emosi demi orang lain.

Verywell Mind menjelaskan bahwa memendam perasaan ternyata lebih mudah dan aman dibanding mengungkapkannya. Mengungkapkan emosi dikhawatirkan akan membuat seseorang terlihat lemah, sehingga mereka memilih menahan perasaannya untuk melindungi diri.

Padahal, menghindari emosi tidak secara langsung membuat perasaan tersebut hilang. Emosi yang diabaikan justru bisa terus berputar di pikiran. Terlalu sering melakukannya juga bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memahami nilai yang diyakininya.

Emosi yang tertahan juga bisa dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Anak dengan orang tua yang suka mengabaikan emosi atau yang mempunyai emosi yang ekstrim bisa membuat anak susah untuk mengekspresikan emosinya saat dewasa.

Dampak negatif dari menahan emosi

Membiasakan diri untuk mengabaikan perasaan bisa menurunkan rasa percaya diri. Hal tersebut bisa mendorong seseorang untuk menganggap dirinya tidak berharga bagi orang lain.

Menghindari perasaan juga akan membuat emosi semakin menumpuk dan sulit dikontrol. Selain itu, kebiasaan ini juga akan mendatangkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, bahkan depresi.

Melansir dari Psychology Today, terdapat penelitian yang meminta pesertanya menonton film yang emosional. Hasilnya, ditemukan bahwa peserta yang menahan emosi mendorong aktivitas saraf simpatik meningkat yang menunjukkan adanya tingkat stres lebih tinggi.

Tipe stres yang akan datang akibat menahan emosi yaitu stres kronis yang bisa berlangsung dalam waktu lama.

Jika terus-menerus dibiarkan kondisi tersebut bisa mendatangkan nyeri otot, daya tahan tubuh melemah, imun menurun, gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, melemahkan ingatan, meningkatkan risiko diabetes, hingga penyakit jantung.

Selain itu, memendam emosi juga bisa membuat hubungan dengan orang lain sulit untuk berkembang. Seseorang yang menghindari berkomunikasi dengan orang lain dan orang yang menyembunyikan perasaannya akan sulit membangun hubungan yang kuat.

Berinteraksi dengan orang lain bisa menenangkan sistem saraf dan membuat seseorang melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas. Berkomunikasi juga bisa membangun hubungan bersama orang lain dengan lebih dalam.

Cara melepaskan emosi yang terpendam

Konsultasi bersama psikolog bisa menjadi salah satu metode untuk membantu mengontrol emosi. Namun, ada cara lain yang bisa dilakukan selain melalui bantuan profesional.

Cobalah untuk menyebutkan emosi apa yang sedang dirasakan. Anda bisa menuangkan perasaan tersebut dengan bentuk ucapan maupun tulisan.

Jika ingin mengungkapkannya kepada orang lain, fokuslah kepada diri sendiri tentang apa perasaan yang dirasakan agar orang lain bisa memahami perasaan tersebut.

Melatih diri untuk mengungkapkan perasaan ke orang lain bisa dimulai melalui orang terdekat yang Anda percaya. Apabila sudah mulai terbiasa, coba untuk ungkapkan perasaan di situasi yang lebih sulit seperti saat ada konflik pendapat.